Tuesday, October 28, 2014

Bukan sebuah tokoh Novel

Pagi ini nggak begitui baik buat gue, ngejemput dia yang biasanya penuh dengan senyum. Disambut dengan murung. Nggak tau kenapa tuh muka bisa berubah gitu dalam semalem. Padahal perasaan gue nggak ngapa-ngapain.
But, apa kata Bang Mario Teguh bikin ane introspeksi diri berkali-kali. Gimana pun yang salah itu cowok. Gitu khan ya Bang Mario?
So, dari awal gue masuk rumahnya sampe nganter dia post test di kampus dia, bahkan sampai gue ngetik ini postingan. Gue masih nggak ngeh atas apa yang salah dari diri gue.

Klo dipikir-dipikir gue emang agak tersinggung sih sama apa yang terjadi pas sarapan tadi pagi.

"Nanti aku buatin bekal lagi ajah buat di kost. Biar nggak usah jajan. Khan lagi gak punya duit."
N bebarengan dengan kalimat itu. Wajah dia jadi murem! Asli murem! Cemberut bikin GAK ENAK HATI! Astaghfirullah...

Dan aku hanya tertawa kecil, menertawakan kondisi keanehan pagi ini...

----------

Gue emang bukan Nino, dalam Cinta Sehangat Pagi.
Tapi perasaan cinta dan pengorbanan atas komitmen yang selalu gue jaga dan akhirnya gue langgar cuman ITU SAMA dengan apa yang dilakuin Nino, tapi buat dia ternyata seakan tidak dihargai.
Gue nggak pengen nyerah.
Gue cuman pengen dia berubah.
Lebih menghargai.

Monday, October 27, 2014

Am I freak?

Barusan ada yang nge BBM gue,

"Eh tu blog lu kok kayak cewek sih templatenya? Lu jadi cewek sekarang"

"Oh iyha po? Bagus lho, keren. bikin sejuk hati dan mata. Tapi gue tetep cowok kok, bisa liat di dalem celana gue."

-------

Ini blog gue mencerminkan sisi sebaliknya dari gue. Kadang ada orang yang sisi lembutnya disembunyikan (eaaa). Bener khan???
So, kalo lu lu pada udah liat muka gue, pasti gak bakal nyangka klo gue juga bisa lembut :cool.

Sekedar recall

Back to my place! Wah udah mau selesei ni bulan Oktober. Jadi inget beberapa kejadian di Bulan Oktober. Hmm.. well.. nggak ada salahnya lah share di mari. Bulan Oktober buat gue dulu bukanlah apa-apa... BIASA AJA... kayak bulan-bulan lainnya...

But, since OKTOBER 2012... EVERYTHING HAS CHANGED!

 Gue orangnya slengehan, klo orang liat gue pertama kali penilaiannya pasti gue orang yang kebanyakan becanda, free, dll.. But, teserah mau bilang gimana. Dari kecil lahir sampai Bulan APRIL 2013. Gue nggak pernah sekalipun namanya punya hubungan sama cewek. Boro-boro pacaran. Nge gandeng cewek pun gue NGGAK PERNAH!

 Di bulan Oktober 2012, gue ketemu sesosok perempuan yang gue yakin 1000% SHOLEHAH! DAN GUE TERTARIK! YAKIN! Nggak tau kenapa saat itu aku buta! Ketemu sama dia di kantor tempat gue biasa ngajar les bahasa inggris. Kesan pertama buat dia. Sholehah, pinter, sabar, bisa ngurus anak, bisa jaga diri.


 .....



Gue jadi mikir mau lanjutin nih cerita apa nggak... Jujur malah sedih mau mengingat-ngingat masa lalu... Astaghfirullah....

Thursday, October 23, 2014

Back again

Hyuuuh bermain lagi ni jari di keyboard, terakhir kapan yak? 9 Juli! Buseet! lama nyaah nggak mainin jari di keyboard. Ahahaha. KAMIS PAGI 23 Oktober 2014 Klo pagi itu sekecil apapun yang terjadi pada kita mau pun sekitar lingkungan kita bisa mendadak ngerubah mood. Hahahaha. Padahal klo pagi itu harus optimis, senyum manis, dan nggak bau amis (emang abis ngapain bau amis?). Pagi ini gue tiba2 smangat abis ngeliat cideo clip nya AKB 48 - Heavy Rotation. Seperti yang orang semua pada tau, ni super idol girl bener2 bisa menyihir siapa pun yang melihatnya, especially buat kaum adam. Gimana enggak? Senyum, nyanyian, body, wajah and everything they have it's like a BEAM! Yup, BEAM! BEautiful and AMazing! Sekali mata melihat langsung bikin melongo, senyam-senyum, semangat buat ngapa2in. Beneeer daah! Ni gue ngetik ni blog sambil senyam-senyum sendiri nginget2 vidio klip tadi. Even, I'm not fans berat mereka, but gue respect lah sama mereka. Gue yakin mereka nggak usah ber-48 aja udah menyihir orang yang liat apalagi ada 48 senyum yang ikhlas ditujukan kepada setiap penonton. Aaaah! Enough! Let's back to work! Thanks AKB 48 buat sihirnya yang udah bikin semangat sampai ke ubun-ubun. Hahahaha.

Wednesday, July 9, 2014

It has been One Year

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh, Bener-bener udah lama banget nggak buka ini blog. Terakhir kali posting udah hampir menyelesaikan skripsi, tahun 2012 kayaknya. Buset udah hampir dua tahun. Astaghfirulloh. Post kali ini sebagai intro saja sebelum kemudian akan saya tampilkan beberapa post tentang kejadian-kejadian yang subhanallah sekali dengan terus meminta ridho-Nya diberi kesabaran, kekeuatan, hikmah dan hidayah dalam setiap perjalanan selama dua tahun ini. Kalau dalam serial komik One Piece setelah tragedi pertempuran besar antara aliansi bajak laut Shirohige vs Angkatan laut + Sichibukai, dua tahun setelahnya terdapat perubahan yang begitu mendasar, dinamic dan begitu suuuper sekali yang dialami oleh Monkey D. Luffy dan seluruh Straw Hat Pirate's Crew. Maka, begitu pula dengan diriku. Dua tahun ini mengalami hal yang sangat luar biasa. Mulai dari Sisi akademis, asmara, pendewasaan diri, karir, dan lain sebagainya yang aku kira merupakan anugerah dari Allah yang diwujudkan dalam nikmat mau pun ujian. Yup, enough for the intro, I will continue to post everything that happened for 2 years ago. Wassa;amu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Wednesday, October 24, 2012

I Look, I See - Yusuf Islam (Lyric)

I Look I Look I See lyrics I Look I See I look, I look, I look, I see I see a world of beauty I touch, I touch, I touch, I feel I feel a world around so real And everything I do I dedicate to You Cause You made me I am for You I listen, listen, listen, I hear I hear the words of God so clear I read, I read, I read, I know It helps my knowledge grow And everything we do We dedicate to You Cause You made us We are for You I listen, listen, listen, I hear He sent the Prophet to show us the way He made Religion perfect that Day Peace be upon him, upon him we pray Salatullah, wa salamu aalyh I sleep I sleep, I sleep, I dream I dream I'm in a garden green I wish, I wish, I wish I pray I pray to be here everyday And everything I do I dedicate to You Cause You made me I am for You I work, I work, I work, I strive To make something of my life I seek, I seek, I seek, I find I find another hill to climb And everything we do We dedicate to You Cause You made us We are for You I look, I look, I look, I see He sent the Prophet to show us the way He made Religion perfect that Day Peace be upon him, upon him we pray Salatullah, wa salamu aalyhi(x2)

Untungnya udah sholat ashar... o:)

Senin, 23 Oktober 2012, jam 16.44 (insyaAlloh) Kereta PramEks - Prambanan Ekspres yang saya tumpangi mengalami kejadian yang mengenaskan, gerbong paling depan terbalik dan dua gerbong setelahnya terguling nggak karuan, innaliLLAHi wa inna ilaihi roji'un.... Sebelumnya, saya berangkat dari stasiun Solo Balapan...tiba di stasiun pukul 14.00. cukup kaget juga waktu liat pengumuman di loket "KA MADIUN JAYA HARI INI DIBATALKAN"...yaaah apa boleh buat harus naik PramEks Agak kecewa sebenernya, karna belum begitu lama juga ada berita kalo PramEks sering macet dan tidak nyaman. Tapi, daripada nggak bisa balik jogja ya terpaksa ambil yang gak nyaman,hehehe. Biasanya aku menunaikan sholat ashar di jogja saja, karna takut kalo menunaikan sholat ashar di stasiun bisa ketinggalan kereta. Tapi, saat itu cukup aneh. Saat adzan dikumandangkan, badan kayak bergetar dan ingin segera berdiri. "Baru jam 14.30 sudah adzan ternyata." kataku. Aku langsung bergegas menuju mushola yang ada di stasiun dan menunaikan sholat ashar berjama'ah disana. Singkat cerita, stelah sholat ashar. PramEks pun datang jam 15.20, telat 10 menit dari jadwal. Banyak sekali penumpang yang telah menunggu kedatangannya. Penuh sesak berdesak-desakan dalam gerbong 5 yang ku tumpangi. Tidak lama kemudian setelah masuk, ada petugas KA yang menyarankan untuk pindah ke gerbong depan, gerbong 1-4 yang katanya masih senggang dan ada tempat duduk. Aku merasa enggan untuk pindah, karena selain gag mau repot desak2an cari tempat duduk, juga inginnya melihat balita kecil imut dan lucu yang digendong oleh salah satu penumpang,hehehe. Kereta pun berjalan. Jam 15.45 ada salah satu penumpang yang ingin turun di stasiun jebres. Oiya, sebelum ke jogja, PramEks transit dulu ke stasiun solo jebres-balapan-purwosari, lalu berangkat. Di perjalanan, selama tiga kali jantungku rasanya deg-deg-an. Ketika sampai di Kalasan, tiba-tiba kereta menge-rem mendadak mengakibatkan penumpang berteriak histeris dan terdengar seperti melindas batu-batu di rel kreta. setelah itu keluar asap debu yang baunya seperti bau debu batu yang tergerus. "Heboh banget, kayak di film2. hahahaha" celetuk salah satu penumpang. Tidak lama kemudian, kembali kereta mengerem dan kali ini cukup keras dan tiba-tiba terdengar bunyi "BRUUUUKKKK!!! GUSRAAAK!!!""" semuanya berteriak! semuanya panik! setelah tenang, ternyata kami tidak di rel lagi... sudah keluar jalur rel... setelah turun dari kereta, baru ketahuan kalau ternyata PramEks terguling. semua orang menyebut nama-Nya. berteriak hiseteris. nangis. membisu. Innalillahi wa ina ilaihi roji'un... bener2 mengerikan Tapi masih Alhamdulillah....gerbongku tidak apa-apa hanya janggut/daguku yang lecet... Untungnya tadi sempet sholat ashar...alhamdulillaaahh o:)

Monday, October 22, 2012

Long Time No See....

Bismillah...
Setelah sekian lama tidak aktif...hampir setahun yha gag aktif,hehehe
Kembali bercengkrama dengan Human's Fly yang senantiasa menjadi tempat curahan segala rasa dan kata. Alhamdulillah...

Yooop...Long Time No Seee
setelah sekian lama rehat, kini insyaAlloh akan berkutat kembali dengan Huan's Fly :)
kini juga bertemu kembali dengan segudang kesibukan dalam akademisi
Skripsi, Hapalan AAE dan TOEFL...wuuuh x_x
ada perasaan senang karna sudah masuk dalam masa akhir kuliah, but whatever lah...semua harus dijalani meski rasanya pengen ngeliat angkatan2 baru yang unyu2 abis...hahahahahah

woh yha, sebagai penutup mari berdo'a bersama, semoga skripsi saya yang berjudul "Analisis Enam Dimensi E-Service Quality terhadap E-Loyalty (Studi pada FJB-KASKUS.CO.ID) selalu mendapat kemudahan dalam pengerjaan dan ujiannya,amiiiin


Monday, November 7, 2011

-Lelaki Besar Hati-

Lelaki besar hati

Menghiasi pagi ini

Dengan senyum penuh arti

Lelaki besar hati

Melangkahkan kaki

Menuju kelas dengan kemantapan hati

Lelaki besar hati

Tiba-tiba berwajah mati

Mendengar kabar tentang seorang bidadari

Yang dulu menjadi pujaan hati

Di dalam kelas yang sepi

Lelaki besar hati menutup hati

Lelaki besar hati

Menghela napas penuh arti

Mencoba mengenang kenangan tentang bidadari

Yang kini bukan lagi pujaan hati

Meski sakit di hati

Menghadapi kenyataan yang memahitkan hati

Dalam kelas yang hidup tapi mati

Lelaki besar hati

Mencoba tertawa dan tersenyum

Mengobati lubang dalam hati

Meski dalam tawa ia mengutuk diri

Kenapa tak kau katakan kepada bidadari?

Tanya lelaki besar hati

Kembali tertawa meski menusuk hati

Apakah ada kesempatan yang dilewatkan hati?

Tanyanya kembali

Ia pun berwajah mati lagi

Ia sadar diri

Karena tiada kesiapan hati

Bidadari pun pergi

Bertarung keimanan dan kebathilan dalam hati

Iman dan akal sehat harus menjadi pemimpin hati

Lelaki besar hati

Menenangkan diri

Mengingat Sang Ilahi

Mengingat ketidak berdayaan diri

Lelaki besar hati

Kembali berbesar hati

Setelah memenangkan keimanan dalam hati

Karena masa depan hanya milik Sang Ilahi

Karena lelaki besar hati hanyalah makhluk insani

Yang hanya bisa tawakkal dengan ketentuan Sang Ilahi

Tersenyum kembali

Tertawa kembali

Lelaki besar hati

Memantapkan hati

Menuju cinta yang hakiki dan keimanan sejati

Thursday, September 1, 2011

Happy Great Day Idul Fitri!!!

Rama n keluarga mengucapkan....Taqobalallahu minna wa minkum, selamat hari raya Idul Fitri 1432 H...semoga kita jadi lebih baik....amiiin

Sunday, February 6, 2011

4 ma

mother called me tonight ...

say "how are you son? are healthy?"

This heart trembling softly heard a voice ... not to cry ... ask how I was doing ...



mother ....

I want to weep to hear your voice describing how tired you are and how tegarnya you in educating your son ...

you are now alone without the company of the father ...

stay strong and patient in educating your sons who have grown up ...



mother ...

I held my tears when I heard your voice this ...

tuk indicate that I was okay in overseas ...

although here I fall up solely to make you proud of me and did not disappoint ...



mother ...

I now still can not make you proud of me ...

I'm embarrassed if I had to ask for money to you ....

I'm embarrassed if you know I'm just sick ...

I'm embarrassed if you come to see me ...



mother ...

I miss you ...

which gives me a glow of love and affection of a mother ...

welcomed the arrival of only bring a smile, cry, and dirty clothes ...



mother ...

forgive me ....

I always hurt you in each of said words and actions ...

I was always embarrassed by my behaviour ...



mother ....

your son who are overseas can only be silent pray, cry and complain only to Allah azza wa jalla ...

begged his protection for you ...

His request for help for you ...

begged his blessing for you ...

Allohumaghfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa robbayani shogira

Allohumansur lil ummi

Allohumansur lil ummi

Allohumansur lil ummi

Amiin

Tuesday, January 4, 2011

Police, don’t get feel great! (Why the police are so afraid of a site??)Police, don’t get feel great! (Why the police are so afraid of a site??)

After Ustadz Abu Bakar Ba’asyir arrested which drawn criticism from various parties, including terrorism analysts who assess it as something that forced, criticism flow back into the body of the institution following the police request to Department of Communication and Informatics to close the support site for the elderly cleric.

“We asked ministry who have authority if they could block or to find out who these annoying people,” said Head of Public Information of Police Headquarters, Kombes Pol Marwoto Soeto to detikcom, on Monday (8/23/2010).

Even according to Waspada Online, “Leaders of Police Headquarters, especially the National Police Chief Gen Bambang Hendarso Danuri, lately, not just asking openly to block supporters sites of Ba’asyir, also ordered to the mass media to discontinue reporting on certain issues. Several issues including cases associated with Komjen Susno Duadji and ‘fat accounts’ the police officers. ”

It also reaped criticism from various parties, especially the press.

Respond to the Police request, the chief editor maubilangapa.com, Muhammad Arief Tampubolon, considered it highly exaggerated. The request from the Police may interfere with public freedom to express support to Abu Bakar Ba’asyir.

“Yes, that’s natural the community voiced their support to Ba’asyir through web sites. We all know that Ba’asyir is a respected figure in the eyes of society, especially among Muslims,” said Arif tonight to Waspada Online.

Ba’asyir, according to him, is a scholar in the eyes of among Muslims, not terrorists. Arif asked the police not to throw things that can make sense of sensitive among Muslims Ummah. “Especially now is month of fasting. The statements and actions by the police can be extremely sensitive so that it can provoke anger some Muslims,” he said.

“Police don’t get feel great. Come on, the police to ask the support site of Ba’asyir closed. It’s shameful,” said Arief, while regretting attitude by the police.

Similar expressed by the editor gomedan.com, Hasiholan Siregar, who said that the police chimed in the Ministry of Communications and Informatics to block specific sites. “Do not underestimate the rights of citizens. Police Headquarters just don’t chimed the Ministries of Communications and Informatics. Why should the site be a target? And Abu Bakar Ba’asyir not necessarily the real terrorists,” said Hasiholan to Waspada Online.

According to Hasiholan, Abu Bakar Ba’asyir is a cleric and religious leader of his appeal heard by society. This does not ensure that those who heard and became his follower are terrorists.

“If there’s sites that support him because for being a terrorist prisoners, it doesn’t mean that the sites related to terrorism. It could be the site of communication forums to provide support to Ba’asyir to remain steadfast and surrender to Allah to face test while in detainee, not related to terrorism,” Hasiholan explained.

Police efforts to muzzle the freedom of society to obtain this information and disseminate it seemed too excessive, moreover according to media monitoring results, the sites referred to as Freeabb.com only contains comments, news, photos, and statement of mass organizations that provide support to Ustadz Ba’asyir .

Even according to Effendy Ghazali, Police request was contrary with regulations. As quoted by Waspada Online, a political communications expert from University of Indonesia (UI) asserted, “If only express sympathetic to Ba’asyir, of course shouldn’t be blocked. It’s against the rules.”

Monday, December 6, 2010

Missionaris Mengajak Perang Terbuka Kepada Umat Islam Magelang

Magelang, 3/12/2010 - Dusun Windusari kelurahan Kalibening, kecamatan Dukun Magelang adalah salah satu dusun yang menjadi korban bencana Merapi 2010, dusun yang dihuni 183 KK atau 569 jiwa, 180 KK diantaranya beragama Islam. Sekarang semakin gencar menjadi sasaran misionaris, dengan minimnya batuan logistik dan relawan yang datang ke dusun tersebut, sementara sebuah desa di atasnya, yang hanya berbatasan sebuah tugu, menumpuk bantuan logistik dari berbagai sumber atas loby-loby misionaris.

Menurut pengakuan Bpk Pono, takmir masjid Al-Muttaqin Windusari, beliau sering didatangi misionaris, mulai dari menawari beliau untuk menjadi pengurus yayasan Citra Kasih dengan gaji Rp.400.000,- per bulan, ditawari bantuan logistik berupa mie instant sampai di tawari uang sejumlah Rp. 20 juta untuk membeli tanah "wakaf" desa.

Bpk Pono yang selama ini menjadi ketua takmir masjid Al-Mutaqin, juga giat mengadakan kegiatan ke-islaman. Di sebuah ruang tamu di rumah beliau juga di jadikan sebagai TPA sementara karena belum ada tempat dan gedung ,sementara TPQ beliau adakan di masjid al mutaqin yang berlokasi persis di samping rumah.

Karena adanya bencana merapi kali ini, warga dusun yang sebagian besar bermata pencaharian petani ini belum bisa kembali ke sawah, karena seluruh sawah dusun tertutup pasir yang sangat susah untuk dibajaki dengan dengan kerbau. Otomatis, saat ini warga tidak memiliki penghasilan untuk kehidupan sehari-hari mereka, sementara bantuan logistik sangat minim. Pak Pono berharap ada relawan muslim yang datang sambil membawa bantuan logistik dan perlengkapan sholat, TPA , TPQ dan da'i untuk memberikan bimbingan ruhani khususnya kepada generasi muda desa agar terbentengi dari upaya kristenisasi.

Maka untuk itu, hal ini sebetulnya merupakan tugas kita semua, tugas sebagai seorang muslim yang harus peduli terhadap saudara kita tidak hanya yang terkena bencana letusan Merapi, akan tetapi juga saudara-saudara kita lainnya yang sudah menjadi incaran missionaris untuk di Kristenkan (di Murtadkan dari agama Islam). Dari itu, kepada umat islam dimanapun berada dan khusunya umat islam yang ada di Magelang, hal ini harus difikirkan serius dan kontinyu. Jangan sampai kita terlena dengan urusan dan dunia kita sendiri, lalu melupakan saudara kita yang menjadi target upaya Kristenisasi. Mereka sudah mendapatkan siksa didunia berupa musibah Merapi ini, jangan sampai mereka diakhirat nanti juga merasakan Awan Panas yang lebih dahsyat lagi. (Oleh : Bekti Sejati & Abu Fatih As-Salawy)

Missionaries Invite Magelang's Muslims to Open War

Magelang, 3/12/2010 - Hamlet Windusari Kalibening village, district of Magelang Shaman is one of the hamlet who became victims of Merapi 2010, the hamlet that was occupied by 183 families or 569 people, 180 households of which are Muslim. Now more incentive to be a target of missionaries, with the lack of rock logistics and volunteers who come to the village, while a village on it, which just borders on a monument, piling up logistical support from various sources on the lobby-lobby missionaries.



According to Mr Pono, takmir mosque of Al-Muttaqin Windusari, he was often visited by missionaries, ranging from offering him to be a board of trustees Citra Kasih with 400,000 salary, - per month, was offered logistical assistance in the form of instant noodles until the offered money amounting to Rp. 20 million to buy land "waqf" village.



Mr Pono which has been the chairman of the mosque of Al-Mutaqin takmir, also actively entered the Islamic activities. In a room in the house he is also in use as temporary because there is no landfill sites and buildings, while the TPQ he held in the mosque of al mutaqin located just next to the house.



Because of Merapi disaster this time, the villagers are mostly farmers' livelihood has not been able to return to the field, because the whole village paddy fields covered with sand that is very difficult to dibajaki with the buffalo. Automatic, current residents have no income for their daily life, while logistical assistance was minimal. Mr. Pono hoping there Muslim volunteers who came, carrying relief supplies logistics and prayer, TPA, TPQ and preachers to give spiritual guidance to the younger generation especially for terbentengi village of Christianization effort.



So for that, it really is our duty, duty as a Muslim who must care for our brothers not only hit by the eruption of Merapi, but also the rest of our brethren who have been targeted for in Kristenkan missionary (in Murtadkan of Islam). From it, the people of Islam everywhere, and especially Muslims in Magelang, this should be a lot of rethinking serious and continuous. Let us not be complacent with our own affairs and the world, and forget our brothers who become targets of Christianization effort. They've got the punishment of this world of calamity Merapi, do not let them Hereafter will also feel the heat clouds even more powerful.
(Oleh : Bekti Sejati & Abu Fatih As-Salawy)

Monday, November 29, 2010

Keindahan dalam Keimanan

Oleh : Ramadyangga Wahyu Ardhi

Namanya manusia, makhluk ciptaan-Nya yang unik. Kadang beriman, kadang nyepelekan. Kadang alim, kadang juga jahil. Bahkan untuk aku yang seorang aktivis yang notabene sering bersenggolan dengan hal-hal yang bersifat religius pun pernah mengalami hal-hal yang lucu. Istilah dalam dunia aktivisnya “sedang futur”, lemah iman gitu. Kenapa disebut lucu? Lucu aja, kadang aku merasa cengar-cengir sendiri sambil ngucapin istighfar berkali-kali. Kadang kuakui wajahku merengut, disapa teman dengan baik malah melengos. Sebenarnya apa sih yang bikin aku mengalami “futur syndrome” ?

Pernah aku ditanya, “Antum kenapa akhi? Ada masalah apa?” aku pun menjawab, “Nggak kenapa-kenapa kok, cuman lagi ada something aja.” Jika ditelisik lebih lanjut apa sih yang jadi faktor terbesarnya, ternyata aku sedang merasakan manisnya nikmat yang diberikan oleh Sang Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Indah, Allah azza wa jalla. Melihat ciptaan-Nya yang paling indah! Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan setiap makhluk berpasang-pasanganan satu dengan yang lainnya. Ketika hati ini sudah tahu akan aturan tentang pergaulan / hubungan antara ikhwan-akhwat yang telah diatur sedemikian sempurnanya oleh Allah azza wa jalla (subhanallah) dan telah disampaikan oleh Rosulullah saw, hati ini pun kadang masih melanggar aturan tersebut. Karena, manusia setelah generasi Rosul saw dan para sahabat adalah manusia yang penuh dengan kelemahan. Gampang tergoda dan gampang terfitnah.

Salah satu hal yang menjadi penyebab utama manusia gampang tergoda adalah dari organ manusia bernama mata. Allah azza wa jalla menciptakan mata untuk melihat hal-hal yang menyenangkan, indah, dan menarik. Dari mata ini muncullah reaksi pada hati manusia, organ yang paling berperan penting dalam hidup manusia. Karena di dalam hati terletak keimanan dan nafsu. Ketika mata melihat hal yang indah dan dibarengi dengan tebalnya keimanan di hati, maka Allah azza wa jalla akan memberikan suatu kenikmatan rohani yang akan membuat insan yang mempergunakannya selalu ingat kepada-Nya. Namun sebaliknya, ketika pandangan dari mata dibarengi dengan nafsu, maka bukan nikmat yang diterima, tapi laknat akan diterimanya. Setan -musuh besar orang-orang mukmin- akan langsung menungganginya, membuatnya seperti kuda yang ikut kemana pun tujuan penunggangnya.

Suatu hari, ketika aku berjualan di sebuah acara yang menyediakan bazar di kampusku, aku melihat ciptaan-Nya yang indah ini dengan penuh keimanan (alhamdulillah). Getaran luar biasa seakan menggetarkan seluruh hatiku. Serundung pertanyaan berdatangan menghampiri hatiku.

“Mungkinkah dia milikku?” “Apakah aku boleh untuk mencintainya?” “Bagaimana jika ternyata dia bukan yang Allah azza wa jalla tetapkan padaku?”

Lalu aku pergi ke seorang teman yang juga seorang aktivis yang sedang menjaga buku bersamaku. Aku bercerita perihal kejadian yang telah aku alami. Panjang lebar kami berdua berdiskusi mencari solusi terbaik untuk masalah ini. “Akhi, antum mungkin harus baca-baca literatur yang menerangkan tentang masalah ini.” Kata temanku.

Kuputuskan saat itu juga berkeliling dari stan satu ke stan yang lain yang khusus berjualan buku. Sempat mata ini tertuju pada satu buku yang menarik hati. “Don’t Cry! Ketika mencintai tak bisa menikahi” buku karya Fadlan Al-Ikhwani yang diterbitkan Pro-U Media (semoga Allah azza wa jalla selalu memberikan yang terbaik untuk penulis dan penerbit buku ini, amiin). “Hmm, buku ini mungkin bisa menyelesaikan masalahku.” Gumamku dalam hati.

Setelah kubeli buku itu, langsung saja aku baca isinya. Halaman per halaman kulahap habis sambil melayani pembeli yang menghampiri stan-ku. Subhanallah, kata-kata itu terlontar begitu saja di setiap bagian yang benar-benar sedang menjadi masalah di hatiku. Di bagian dua, bab Bila Hati Gelisah, hati ini benar-benar bergetar. Istighfar demi istighfar terucap dengan helaan nafas. “Kok sama ya?” kataku dalam hati.

Hari itu merupakan hari paling bersejarah bagiku. Baru kali ini aku bisa menghabiskan satu buku dalam sehari. Subhanallah.

Aku yang pernah mencintainya tapi sulit bagiku untuk mengungkapkannya. Aku tahu mengapa sulit bagiku untuk mengungkapkannya. Aku belum siap! Bukan siap dalam sisi materi atau sisi psikis. Tapi, aku bukanlah seorang laki-laki yang baik. Aku, pada hari itu melihat matanya. Ku pandangi raut wajahnya. Ku ajak dia bercakap-cakap dan bersenda gurau. Tapi, itulah pertanda kebusukanku sebagai laki-laki. Sungguh jauh dalam relung hati, aku sangat ingin menjaga hati dan diri ini sampai di masa ketika aku benar-benar siap untuk memulai jenjang pernikahan. Tapi, aku tidak bisa. Aku tahu hal yang terbaik untuk menghindari fitnah hubungan ikhwan-akhwat adalah dengan menikah. Tapi, banyak alasan yang membuatku tidak bisa melakukannya untuk saat ini.

Dari buku tersebut, aku dapat menyimpulkan beberapa hal. Cinta itu indah, dan keindahan itu apabila dibalut dengan keimanan akan menjadi hal yang sangat nikmat. Cinta dalam Islam telah diatur sedemikian rupa. Islam tidak pernah menentang hasrat / naluri alami manusia dalam menyikapi cinta. Tapi, Islam memberi aturan untuk menjadikan penyaluran rasa cinta kita pada tempatnya dan menjadikan rasa cinta kita menjadi suatu rasa cinta yang lurus dan selalu berjalan pada jalurnya. Islam bukanlah sesuatu yang mengekang. Islam memberikan aturan terbaik yang cocok dipakai semua golongan dan semua manusia.

Galau hatiku kini telah terobati. Alhamdulillah, Allah azza wa jalla memberi jalan keluar melalui buku ini. Ketika mencintai tak bisa menikahi. Bukan tak bisa menikahi karena dia sudah di-khitbah. Tak bisa menikahi, karena memang aku belum pantas untuk menikahinya. Dia yang merupakan makhluk yang indah di mataku kini hanya bisa tertunduk jika saling bertemu. Kadang hanya tersenyum. Walaupun aku hanya pengagum dibelakang layar. Tapi, aku berharap agar dia menjadi lebih indah lagi. Dan semoga Allah azza wa jalla selalu melindunginya.

Di dalam buku “Don’t Cry” inilah aku mendapat hal-hal baru. Cara jitu membatasi diriku (dan mungkin orang lain) yang terburu-buru dalam mencintai seseorang. Walau cinta itu tidak dilarang dan tidak diharamkan. Tapi cinta akan lebih manis dan lebih indah jika sesuai dengan keimanan.

Kisah ini untuk diikutsertakan dalam Lomba Kisah Menggugah Pro-U Media 2010 di http://proumedia.blogspot.com/2010/10/lomba-kisah-pendek-menggugah-pro-u.html